Pada suatu hari, ada seekor elang yang sedang bertelur disebuah tebing. Namun pada suatu ketika salah satu telur elang itu jatuh tanpa sepengetahuan elang tersebut, dan jatuh turun terus kebawah sampai akhirnya masuk kedalam sebuah kandang ayam.

Didalam kandang tersebut kebetulan ada seekor ayam yang sedang mengerami telurnya. Lalu ayam tersebut melihat telur elang yang tadi. Si Induk ayam berikir bahwa salah satu telurnya keluar, lalu ia mencoba memasukkan kembali kedalam eramannya.

Dan suatu ketika akhirnya telur2 yang dierami si induk ayam menetas. Si anak elang berfikir bahwa ayam tsb adalah induknya, dan Induk ayam tersebut juga berfikiran yang sama.

Akhirnya anak elang tersebut hidup mengikuti cara hidup ayam sampai ia dewasa. Lalu tanpa sengaja ia melihat seekor elang yang terbang di angkasa. Dan anak elang itu berfikir dan berkata kepada anak2 ayam yang lain, dia bilang: “Enak ya menjadi elang bisa terbang diangkasa kesana-kemari”. Dan anak2 anak ayam menjawab: “Dia kan elang sedangkan kamu hanya seekor ayam, sudahlah enggak ngimpi bisa terbang, kamu khan ayam bukan elang. Akhirnya anak elang itu down mentalnya.

Beberapa hari kemudian ia melihat lagi seekor elang sedang terbang dengan asyiknya muter2 di angkasa yang luas, dan anak2 ayam yang lain menghampiri seraya berkata: ” Kamu sedang lihat apa? Kamu pengen terbang? sudahlah nggak usah ngimpi. kamu itu hanyalah seekor ayam,
sedangkan yang terbang diatas itu adalah seekor elang. Kamu harus ingat bahwa kamu itu ayam, bukan elang. Akhirnya kembali down mental anak elang tersebut.

Esok harinya, lusanya, setiap anak elang tsb melihat elang yang terbang diatas, selalu anak ayam yang lain berkata: “Kamu itu ayam, bukan elang, sudahlah enggak usah ngimpi, kamu enggak akan bisa terbang”.

Akhirnya anak elang tersebut membuang jauh2 impiannya dan tidak pernah mencoba untuk belajar terbang. Dan ia hidup dengan mengikuti cara hidup ayam sampai pada akhirnya anak elang tersebut mati. Dan ia mati sebagai ayam, bukan seabagai elang, yang padahal semestinya ia bisa terbang sesuai dengan impiannya, akan tetapi tidak ia dapatkan.

Moral cerita ini adalah bahwa sebenarnya kita disiapkan sukses oleh Allah SWT karena sesungguhnya sudah diilhami segala potensi pada diri kita, sebenarnya kita dilahirkan seperti seekor elang, tapi sayangnya kita hidup dilingkungan para ayam. yang kerap kali kita memiliki
impian baik yang besar, selalu banyak yang berkata sudahlah: “mendingan nggak usah, ngabisin waktu aja, ngabisin tenaga aja, saya sebagai teman mengingatkan, dari pada nanti kamu rugi, resikonya besar, atau segala tetek bengek yang keluar dari para ayam.”

Kalau kita ingin sukses megejar cita2 atau impian kita, tidak usah hirakuan orang lain yang menganggap kita tidak bisa. Kita bisa kalau kita merasa yakin, memiliki tujuan yang gigih, berani serta istiqamah dalam menggapai sesuatu yang dikaruniakan Allah.

Aa Gym bilang Kita bisa sukses kalau kita mau bekerja keras, bekerja cerdas, dan juga bekerja ikhlas. Bekerja keras urusan fisik, bekerja cerdas urusan otak, dan bekerja ikhlas adalah urusan hati.

Jadi kita semua bisa meraih cita2 yang baik kalau kita mau berusaha dan berdoa kepada Allah SWT. Mari kita sama2 sukseskan Islam dengan cara menyukseskan orang lain
dan diri sendiri.

Kita semua bisa, sukses untuk kita semua,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,